Kolaseu
Ada seseorang yang mirip disini, kenapa harus
berkenaan dengan seseorang di masalalu. Wajah dan raut muka yang hampir sama.
Dengan kulitnya yang putih bersih, tidak lupa juga berewok yang menyelimuti
pipi hingga ke dagu nya. Persis sama dengan dia yang dahulu pernah ada, mungkin
bisa disebut salah satu laki-laki baik yang pernah ku kenal, seketika roll film
kenangan yang ada di memori berputar dengan sendirinya. Lucu sekali, tiba-tiba
merindu di tempat asing dengan orang yang hanya mirip – tapi itu yang membuat
hari ini menarik.
Suaranya persis sama dengan dia, suara berat nya yang
jikalau aku membuat kesalahan ia pasti akan menurunkan nada bicara nya diiringi
ketegasan untuk mengingatkan ku. Perilaku nya yang selalu bisa membuat ku jatuh
hati berkali-kali, sebuah manner yang
bisa ku bilang ia sangat hebat dalam hal itu – bukan hanya kepada perempuan
tapi kepada siapapun. Begitu sopan, baik sekali mungkin para puan akan sangat
mendambakan sikap seperti itu pada semua lelaki. Begitu juga pada ku, ia
berhasil membuat tiap waktunya menjadi penuh kebahagiaan, jika ada tangis pada
hari itu, ia akan melakukan segala hal untuk merubah suasana hati ku.
Ia tepat duduk di sebrang meja ku bersama satu
temannya, sepertinya asik sekali dengan obrolan yang penuh tawa. Aku sedikit
mendengar pembicaraan keduanya mereka akan pergi ke suatu tempat pukul duabelas
nanti, dan tepat pada pukul sebelas ia dan temannya beranjak dari meja itu.
Memang seharusnya aku tutup telinga atas pembicaraan mereka, tapi ya bagaimana lagi
meja ku dengannya sangat dekat.
Sebenarnya aku hanya menyayangkan satu hal dari dia,
dibalik semua hal baik yang ku beritahu di tulisan ini ada satu hal yang
membuat semuanya seketika berhenti. Berhenti bertemu dengannya lagi, berhenti
berbincang dengannya lagi dan kini kita menjadi asing kembali seperti bagaimana
sebuah pertemuan pasti diikuti dengan perpisahan walaupun tidak semua hubungan
berakhir menyedihkan.
Komentar
Posting Komentar