Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Maaf Tidak Semua Hal Bisa Ku Katakan Pada Mu

Maaf tidak semua hal bisa ku katakan padamu, mungkin jadinya kau menerka-nerka. Ketika kau mendengarkan pesan ku ini ku harap hati mu sedang tenang,   maka biarkan pesan-pesan ini sampai dengan sebagaimana mestinya. Dari awal kisah ini dimulai aku sudah mengatakan tidak akan ada perpisahan, tapi lagi-lagi kali ini aku gagal menjaga semua yang telah ku lontarkan kepada mu. Kata manis yang sebenarnya tidak ingin ku ucap, pada waktu-waktu itu terlahir begitu saja. Aku tidak tau harus bagaimana, membantu mu untuk melepas semua penat yang ada atau bahkan menjadi tempat tenang mu, yang bisa ku lakukan hanya memberi kasih sayang yang ku siratkan pada setiap kata yang ada. Mungkin aku yang berharap lebih tentang bagaimana kau akan membalas semua kata-kata manis ku, aku yang salah terlalu percaya diri sepertinya – berpikir bahwa aku satu-satunya tempat yang bisa membuat mu tenang. Ternyata tidak, aku sering mendengar mu berkata tidak cukup akan kehadiran ku. Hari-hari berlalu dengan ber...

Sher.

  Masih ingat tentang cerita yang dahulu pernah ku beritahu? Kini, perlahan semua yang ku pertanyakan terjawab entah dengan sengaja atau tidak. Orang-orang itu meninggalkan ku dengan kisah yang tiada henti menjadi sebuah jawaban. Kenangannya melekat sampai saat ini - tiba-tiba déjà vu lalu diam mengingat kau berlalu-lalang diingatan ku. Seperti tidak pernah tejadi apa-apa gambaran wajah mu sangat jelas. Lekuk senyum yang masih sama ketika terakhir kali ku melihatnya, sekarang dimana ku bisa menemukan senyuman itu kembali juga bersama dengan kebahagiaan yang seperti kamu.

Kolaseu

  Ada seseorang yang mirip disini, kenapa harus berkenaan dengan seseorang di masalalu. Wajah dan raut muka yang hampir sama. Dengan kulitnya yang putih bersih, tidak lupa juga berewok yang menyelimuti pipi hingga ke dagu nya. Persis sama dengan dia yang dahulu pernah ada, mungkin bisa disebut salah satu laki-laki baik yang pernah ku kenal, seketika roll film kenangan yang ada di memori berputar dengan sendirinya. Lucu sekali, tiba-tiba merindu di tempat asing dengan orang yang hanya mirip – tapi itu yang membuat hari ini menarik.   Suaranya persis sama dengan dia, suara berat nya yang jikalau aku membuat kesalahan ia pasti akan menurunkan nada bicara nya diiringi ketegasan untuk mengingatkan ku. Perilaku nya yang selalu bisa membuat ku jatuh hati berkali-kali, sebuah manner yang bisa ku bilang ia sangat hebat dalam hal itu – bukan hanya kepada perempuan tapi kepada siapapun. Begitu sopan, baik sekali mungkin para puan akan sangat mendambakan sikap seperti itu pada semua ...

Enggan

Tadinya aku akan meneruskan perasaan ini sampai kau juga merasakan hal yang sama, tapi sepertinya tidak ada yang bisa dipaksakan terutama perasaan mu yang sedari awal sudah enggan.   Maaf, aku yang memaksakan diri. Mungkin memang tidak ada tempat di hatimu, sekeras apapun aku mencoba bila hatimu tak pernah kau buka aku tidak bisa masuk – menerobos pun bukan cara yang tepat.   Terlebih lagi dirimu yang sudah memberi ketegasan bahwa hatimu sedang tak ingin ditempati. Aku bisa apa, selain terus menunggu.   Tapi juga aku lelah, tak ada kepastian yang bisa ku pegang untuk bertahan. Selama ini aku hanya menjadi bayangan, tanpa pernah berada benar-benar di samping mu. 

Membias

  “Jadi aku tidak boleh jatuh cinta pada hati yang sudah dimiliki?” “Ia kau tau sendiri, bagaimana rasanya barang milikmu juga ingin dimiliki orang lain tetapi itu milikmu.” “Aku pikir tidak ada yang salah dengan mencintai siapapun itu, kau hanya perlu tahu diri sebenarnya bahkan jika ada peluang kenapa tidak bisa(?)” “Benar-benar pikiran mu, aku tidak paham.” “Bukan begitu, aku hanya berpikir dimana ada kesempatan harusnya bisa kau gunakan sebaik mungkin.” “Iya, terserah kau saja.” “Baik.” “Jadi, boleh ku miliki Nona itu kan? Jika ia sudah selesai dengan pacarnya.” “Haha! Sungguh gila kau.” “Tapi ada yang ku pertanyakan Yan, kau jatuh cinta karena dia adalah Nona atau hanya karena dia mirip dengan seseorang di masalalu. Ku meragukan hal itu.” Iyan hanya terdiam mendengar perkataan temannya itu.