Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Ranka

  Di mana cinta yang kata mu tidak akan pernah habis? Kau ambil darimana kasih yang kata mu tidak akan pernah berakhir?   Berulang kali ku tanyakan itu pada mu, sampai sekarang jawabannya pun tak pernah ada. Sejak awal Ka, aku meragukan semua kata manis yang keluar dari mulut mu itu, entah hanya sugesti seperti kata orang – jangan pernah percaya dengan kata manis tanpa pembuktian.   Bicara pembuktian sepertinya beberapa kali aku pernah melihat mu membuktikannya, tapi sepertinya itu semua bukan untuk ku. Aku harus melihat apa, dimana? Banyak sekali rasa ingin tahu ku tentang perasaan mu, terlebih lagi tentang kita.   Hambar, semuanya. Bagaimana bisa kasih dan cinta dari seorang manusia bisa dirasakan oleh manusia lainnya, aku tidak mengerti. Aku ingat apa kata mu “Menyoal perasaan hati adalah pelaku nya”, berbenturan sekali dengan aku yang tak tahu harus melibatkan hati kapan dan dimana.   Sepertinya aku bukan manusia pada umumnya yang bisa meli...

Rum'

  Gak sopan ya ka m u, tiba-tiba masuk ke dalam mimpi seseorang tanpa permisi. Buat aku ingat kembali, terulang seperti roll film yang sedang diputar. Apakah sebegitu rindu nya aku, sepertinya tidak.   Mungkin aku cuma ingin kenangan bahagia itu terulang kembali, tidak dengan keruwetannya. Ternyata masih saja seperti ini, masih saja aku egois Rum, aku tak tau sampai kapan, entah harus bagaimana. Katanya orang bisa berubah tapi jika ia ingin berubah, katanya.   Aku pernah waktu itu berubah, tapi ketika orang yang bersama ku hilang aku malah kembali lagi pada semula. Sepertinya itu bukan berubah, lebih tepatnya sedang bersimulasi. Tau tidak seperti ini terus-menerus capek, kamu memang seyakin itu aku bisa berubah- aku pun yakin.   Tapi nggak secepat itu susah tau, kepala manusia ada yang sekeras ini ya. Iya Rum’ aku tau kamu pasti kesal melihat ku- sama aku pun kesal. Yasudah mari kita kesal bersama.   “menyebalkan sekali kamu”   Lucu tau ...

Nai

  Mungkin disana ada seseorang yang lebih baik dariku, sampai kau melupa akan semua hal   yang telah kita    lalui. Secepat itu kah?, semudah itu kah?, tak bisa ku bayangkan pada akhirnya benar-benar sama seperti yang ku bayangkan.   Jika kali ini kita sedang saling jujur, biar kan ku bertanya. Sejak dari awal sebenarnya kau tak mencintai ku bukan?, sejak dari awal kau hanya berpura-pura memiliki perasaan itu? Beri aku sebuah jawaban Nai, benar begitu bukan?   Sampai ketika waktu itu, aku melihat tatapan yang tak biasa Nai, tatapan yang penuh rasa khawatir. Tatapan yang menunjukan kau sedang berpura-pura, mata mu tak pernah benar-benar menatap, di beberapa waktu bahkan ketika hubungan ini dirasa sudah berbeda. Mulai pada saat itu kau berlaga sangat kaku, bukan lagi seorang Nai yang ku kenal.