Sudah Selesai Sebelum Dimulai
Harusnya waktu itu aku nggak perlu berlebihan
merasa senang ketika buka kado dari kamu, tapi bagaimana bisa menahan rasa
senang ketika seseorang dapat hadiah di hari ulang tahunnya. Isi kotaknya ada
postcard dan surat kertas sobekan dari notebook mu, diluar dua hal yang membuat
ku senang tentunya kado dan postcard yang sangat antik – ada surat yang ketika
aku baca malah membuat pipi ku basah begitu saja, tidak perlu aku baca isi
suratnya disini, karena kesimpulan diantara kalimat selamat ulang tahun ada
sebuah kalimat yang memutuskan segala hal yang bahkan belum dimulai. Bagaimana bisa kamu tuliskan “cinta memang
terkadang bisa datang dan pergi kapan saja” tapi menurutku tidak dengan riwayat
kita yang baik-baik saja dan bahkan aku tidak menuntut secepat itu untuk
kemana-mana.
Tapi sepertinya ketakutan mu terlalu besar sampai bisa memutuskan secepat itu, mungkin banyak beban yang ada di pundak mu – sampai kehadiran ku enggan kamu terima lagi, dan lebih memilih untuk melepaskan. Tidak apa-apa, aku hanya sedikit kaget karena semuanya berlalu begitu cepat, dari melihat isi ruang chat yang begitu penuh dengan kabar, sampai hanya berisi sapaan di pagi dan malam hari saja. Sangat signifikan! Berubah dalam semalam setelah kamu tau aku sudah membaca isi suratnya
Sepenggal lirik Bilal Indrajaya dari lagunya
yang berjudul “Akhir Pekan Yang Hilang” bisa sangat mewakili perasaaan ku
terhadap mu pada saat itu, sekarang aku mulai menerima kenyataan bahwa hal yang
memang bukan untuk ku akan pergi cepat atau lambat.
Terimakasih - dari kamu, aku belajar untuk tidak mengharapkan seseorang tetap tinggal, jika siapapun itu ingin pergi dan beranjak akan aku bukakan pintunya selebar mungkin.
Komentar
Posting Komentar