Ranka

 

Di mana cinta yang kata mu tidak akan pernah habis?

Kau ambil darimana kasih yang kata mu tidak akan pernah berakhir?

 

Berulang kali ku tanyakan itu pada mu, sampai sekarang jawabannya pun tak pernah ada. Sejak awal Ka, aku meragukan semua kata manis yang keluar dari mulut mu itu, entah hanya sugesti seperti kata orang – jangan pernah percaya dengan kata manis tanpa pembuktian.

 

Bicara pembuktian sepertinya beberapa kali aku pernah melihat mu membuktikannya, tapi sepertinya itu semua bukan untuk ku. Aku harus melihat apa, dimana? Banyak sekali rasa ingin tahu ku tentang perasaan mu, terlebih lagi tentang kita.

 

Hambar, semuanya. Bagaimana bisa kasih dan cinta dari seorang manusia bisa dirasakan oleh manusia lainnya, aku tidak mengerti. Aku ingat apa kata mu “Menyoal perasaan hati adalah pelaku nya”, berbenturan sekali dengan aku yang tak tahu harus melibatkan hati kapan dan dimana.

 

Sepertinya aku bukan manusia pada umumnya yang bisa melibatkan hati dan logika beriringan, bukan hanya logika nya saja. Ranka biar ku beritahu, dengarkan ini baik-baik; berikan semua perasaan mu itu kepada orang lain yang handal dalam merasa. Bukan aku si manusia batu ini, kau akan lelah dalam waktu yang kau habiskan cuma-cuma.

 

Dua manusia yang bisa saling merasa sungguh aku salut pada mereka, cerita cinta seperti Romeo dan Juliet begitu sempurna dengan kisah nya yang haru. Semua orang bermimpi kisah kasih nya seperti mereka, terkecuali diriku.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tri-Soerat

Sudah Selesai Sebelum Dimulai

Geanggara Darma (Pre-release)